RGT,Langgur – Tiga korban selamat yang merupakan awak kapal motor Kembang Doa yang tenggelam di perairan Sulawesi 19/01/2013 dan terdampar hingga ke Pulau Ut,direncanakan akan dipulangkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara.
Rencana kepulangan tersebut dilakukan setelah ketiga korban di perkenankan pulang oleh pihak Rumah Sakit Karel Satsuitubun Langgur, Jumat,02/02/2013 pagi kemarin. Kepulangan para korban tersebut ke Sulawesi Tenggara akan dilakukan melalui Organisasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Kepala Bidang Humas KKSS,Aladin Sukma mengatakan setelah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, selanjutnya KKSS sudah mengatur jadwal
kepulangan para korban tersebut ke Kendari,Sulawesi Tenggara melalui makassar yang direncanakan akan dipulangkan pada Minggu,03/02/2013 nanti.
Sehingga untuk sementara ini ketiga korban yang masing – masing adalah Sudirman 47 thn, Hairudin 18 thn dan Said La husin 34 thn,dititipkan di rumah salah satu warga sambil menunggu tanggal keberangkatan. Aladin menambahkan kepulangan ketiga korban tersebut ke Makassar akan diantar langsung oleh Ketua Organisasi KKSS,Sudirman dan di Makassar keluarga korban serta pihak perusahaan telah menunggu kepulangan mereka.
Ketiga korban ditemukan pada Senin,28/01/2013 kemarin oleh karyawan salah satu perusahaan budidaya mutiara di pulau Ut setelah terampung dengan rakit buatan mereka sendiri selama 13 hari lamanya, selama terapung mereka bertahan hidup dengan meminum air laut dan memakan bahan makanan yang kebetulan hanyut. Kapal motor Kembang Doa yang memuat semen 200 ton lebih tersebut awalnya dari Surabaya dengan tujuan ke Kendari sekitar tanggal 09/01/2013 lalu dan dari 10 awak kapal hanya 3 yang selamat, walaupun sebelumnya kapten kapal dapat selamat akan tetapi meninggal saat terapung di rakit buatan mereka, sedangkan 6 awak lainnya menghilang.

Sementara itu terkait adanya tawaran dari Pemerintah Maluku Tenggara untuk dapat membantu proses kepulangan ketiga warga Sulawesi tersebut ke Makassar, Kepala bidang Humas KKSS, Aladin Sukma menambahkan sangat menerima tawaran Pemerintah Maluku Tenggara melalui Dinas Social tersebut mengingat musibah tenggelamnya motor Kembang Doa merupakan peristiwa kemanusian yang diperlukan perhatian semua pihak terutama pemerintah.